Title : Question
Pair : KiseKuro
Author : UchihaRyuko
Genre
: Teen, Romance
As requested by Makio
Ada satu
hal yang tak bisa membuatku mengalihkan pandangan darinya. Dia, seseorang yang
memiliki tatapan kosong namun seperti
ada sesuatu yang tersembunyi di balik manic baby blue yang indah itu. Bahkan
aku dapat menghirup aroma vanilla samar-samar yang mengacaukan pikiranku , bagai candu.
Wajahnya
yang manis tak pernah sedikitpun menunjukan ekspresi yang dapat kubaca. Dia
seperti refleksi kebalikan dari diriku. Dia tenang dan sejuk, seperti air.
Sedangkan aku bergejolak dan terlalu bersinar, seperti matahari. Setidaknya
begitulah fansku memanggilku.
Kuroko
Tetsuya dan Kise Ryouta.
Aku tidak
menyukainya pada pandangan pertama, tidak seperti aku mengagumi Aominecchi. Aku
mengerti bahwa cinta bukanlah soal pandangan pertama. Aku mengenal cinta karena
proses dan terbiasa.
Terbiasa
dengan ekspresi datarnya.
Terbiasa
dengan kemunculannya yang tiba-tiba.
Terbiasa
dengan perkataannya yang datar namun sarat akan kepeduliannya padaku.
Aku
tahu, aku mulai candu akan senyumnya,
warna biru laut dan aroma vanilla dari sosok Kurokocchi.
“Kurokocchi~
“
Rutinitas
yang selalu kulakukan ketika melihatnya adalah memeluknya. Memeluk tubuh kecil
yang sangat mencintai basket. Aku tahu dia akan memprotes perlakuanku padanya.
Mengatakan bahwa aku berisik dan menyebalkan. Tapi aku tak peduli, semakin
sering dia memprotes, entahlah aku merasa begitulanh caranya menunjukan
kepeduliannya padaku.
“Nee,
Kurokocchi?”
Ia masih
asik meminum vanilla shake nya. “Ada apa Kise kun?”
Aku
memandang langit kemudian tersenyum samar. Menatap warna biru yang
mengingatkanku pada dua orang yang kucintai dengan cara yang berbeda. Warna
biru mengingatkanku pada Aominecchi dan Kurokocchi. Aominecchi yang kusukai
sejak pandangan pertama dan Kurokocchi yang kusukai entah sejak kapan.
“Do you
believe in first love for the first sight-ssu ?”
Ada jeda
sejenak sebelum aku menyadari apa yang terjadi. Kurokocchi memberikan sebuah
senyum tulus namun sarat akan sebuah kepedihan. Aku tak mengerti dengan
ekspresi itu.
“Ku-kurokocchi
apa-“
“Kise-kun.”
Ia menatapku dengan manic baby blue nya yang indah. “ Aku tidak percaya
terhadap cinta pada pandangan pertama, tepatnya aku tidak mau percaya karena—“
Kurokocchi
tersenyum. Senyum yang tak pernah kulihat sebelumnya.
“Ku-Kurokocchi-“
Aku menarik tangannya untuk mengkonfirmasi maksud ucapan Kurokocchi tapi…
“Aku
sudah menyukai Kise kun sejak lama. Aku senang karena Kise kun selalu
memperhatikanku, walaupun sebagian perhatian Kise kun yang di dalam sini…..” Ia
menyentuh dadanya, bercampur dengan ekspresi keraguan dan rasa sakit yang tak
terdefinisi.
“—tertuju
sepenuhnya untuk Aomine-kun. “ ia mengalihkan pandangannya pada senja yang
terlihat di ufuk barat kota Tokyo. “Aku tahu itu, tapi tetap saja, rasa cinta
itu sebuah perasaan yang egois—“
“Kurokocchi…aku
tidak—“
“Maaf Kise-kun. Setelah
ini aku tidak akan mengharapkanmu lagi. Aku tidak akan menghalangimu
untuk bersama Aomine-kun tapi tolong biarkan aku-“
Saat itu
aku tak begitu ingat apa yang terjadi. Aku hanya mengikuti gerak reflek
tubuhku. Entah sejak kapan, kedua bibir kami saling bertemu. Dapat kurasakan
manisnya vanilla shak yang selama ini menjadi candu bagiku. Bahkan bibir
kurokocchi terasa lebih lembut dari dugaanku.
Perlahan
kutatap kedua mata Kurokocchi yang masih tak percaya dengan apa yang kulakukan.
Semburat merah pun mulai menghiasi pipinya.
“Kise ku-“
Kuletakan
telunjuk ku di bibir tipisnya. Memberinya tanda untuk tidak berbicara dan
mendengarkanku.
“Maaf
Kurokocchi, aku meralat pertanyaanku barusan.” Aku menghela nafas untuk memberi
jeda. Kuberikan sebuah senyuman terbaikku kemudian menatap matanya, mencoba
menjatuhkan hatinya dalam ilusiku.
“Kurokocchi,
Do you believe in my love to you ?”
Kali ini
tak butuh banyak jeda bagi Kurokocchi untuk menjawab pertanyaanku. Tak perlu
pula banyak kata yang dirangkai untuk menjawab pertanyaanku. Hanya sebuah
senyum lembut darinya dan kemudian belain tangannya yang merengkuh tubuhku,
mengirimkan sebuah kehangatan yang menjadi jawaban jelas padaku.
Sebuah
kecupan singkat di pipiku dari Kurokocchi memperjelas bahwa itu adalah sebuah
persetujuan.
“Yes, I
do.”
Aku
selalu percaya bahwa cinta tak hanya datang secara tiba-tiba. Cinta memang
tidak bisa dipaksakan, tapi aku yakin cinta pasti dapat ditemukan secara perlahan. Selama ini
aku selalu melihat ke depan untuk mencari cinta, da terkadang aku lupa, bahwa
cintaku yang sesungguhnya tepat berada di sampingku.
‘Cause Having someone you love, loving you
back is beyond perfect.’
-END-
Please dont blame me jika ini plotless, ini cuma 30 minutes pengerjaan dan ide nya ngambang.
Nah yang penting kesampaian XD


No comments:
Post a Comment